Pages

Powered by Blogger.

Sunday, 17 June 2012


                                                         Analisis Keputusan



Usaha Mitra Koperasi  yang memproduksi Baju Batik sekarang-sekarang ini sedang berkembang kembali, semula batik ini merupakan produk yang paling menonjol, namun pada umumnya sekarang sudah menjadi kebutuhan pekerjaan, pada puncaknya penjualan batik ini mencapai 20 % dari seluruh produk batik di pasaran, tetapi akhir-akhir ini penjualan batik tersebut mengalami penurunan dan tinggal 7 % dari seluruh penjualan batik dipasaran, melihat penurunan yang tajam ini, maka saya coba melakukan survey ke beberapa penjual batik, dan hasil survey ini menunjukan bahwa  penurunannya disebabkan karena kualitas yang lebih rendah dari produk pesaing serta makin banyak munculnya pesaing baru, berdasarkan hasil survey ini maka saya coba melakukan analisa keputusan dengan tiga pilihan :
-          Menjalankan  penjualan batik tanpa mengadakan perubahan apapun
-          Membuat  kegiatan perkembangan produk yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas
-          Menunda produksi batik seluruhnya
Seandainya produk baru berhasil dipasarkan dan mencapai tingkat penjualan tinggi maka maka hasil yang kan diperoleh sebesar Rp. 50.000.000.,
Tetapi sebaliknya bila produk baru hanya mencapai tingkat penjualan rendah, koperasi akan kehilangan sebanyak  Rp. 15.000.000.,, kerugian ini disebabkan karena tidak dapat menutup ongkos produksi dan kas yang telah dikeluarkan untuk proyek pengembangan dan biaya pemasaran produk. Bila hasil pengembangan positif, tetapi usaha koperasi itu memutuskan untuk tidak memasarkan produk baru, maka hasilnya adalah kerugian yang sebesar Rp. 5.000.000, yang merupakan biaya yang telah dikeluarkan untuk proyek pengembangan usaha mitra koperasi tersebut. Bila koperasi memutuskan untuk tetap memasarkan produk yang lama, setelah mengetahui bahwa hasil pengembangannya adalah negatif, apabila tingkat penjualan tinggi maka akan memperoleh hasil sebesar  Rp. 35.000.000, sedangkan bila tingkat pendapatannya rendah akan mendapatkan kerugian sebesar Rp. 20.000.000, tetapi bila koperasi tersebut memutuskan untuk menghentikan produksi sementara, maka kerugian yang akan di dapat sebesar Rp. 0 .
Kalau seandainya pada semula usaha mitra koperasi ini memutuskan untuk tidak melakukan proyek pengembangan, tetapi melainkan tetap memasarkan produk batik lamanya seperti biasa, maka dapat diharapkan hasil sebesar Rp. 40.000.000, tetapi bila penjualannya rendah maka usaha mitra koperasi akan terkena kerugian sebesar Rp. 15.000.000.
Mungkin dapat saya gambarkan untuk analisanya dalam diagram pohon sebagai berikut :

0 comments: