Analisis Keputusan
Usaha Mitra Koperasi yang memproduksi Baju Batik sekarang-sekarang
ini sedang berkembang kembali, semula batik ini merupakan produk yang paling
menonjol, namun pada umumnya sekarang sudah menjadi kebutuhan pekerjaan, pada
puncaknya penjualan batik ini mencapai 20 % dari seluruh produk batik di
pasaran, tetapi akhir-akhir ini penjualan batik tersebut mengalami penurunan
dan tinggal 7 % dari seluruh penjualan batik dipasaran, melihat penurunan yang
tajam ini, maka saya coba melakukan survey ke beberapa penjual batik, dan hasil
survey ini menunjukan bahwa penurunannya
disebabkan karena kualitas yang lebih rendah dari produk pesaing serta makin
banyak munculnya pesaing baru, berdasarkan hasil survey ini maka saya coba
melakukan analisa keputusan dengan tiga pilihan :
-
Menjalankan
penjualan batik tanpa mengadakan perubahan apapun
-
Membuat
kegiatan perkembangan produk yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas
-
Menunda produksi batik seluruhnya
Seandainya produk baru berhasil
dipasarkan dan mencapai tingkat penjualan tinggi maka maka hasil yang kan
diperoleh sebesar Rp. 50.000.000.,
Tetapi sebaliknya bila produk baru
hanya mencapai tingkat penjualan rendah, koperasi akan kehilangan sebanyak Rp. 15.000.000.,, kerugian ini disebabkan
karena tidak dapat menutup ongkos produksi dan kas yang telah dikeluarkan untuk
proyek pengembangan dan biaya pemasaran produk. Bila hasil pengembangan
positif, tetapi usaha koperasi itu memutuskan untuk tidak memasarkan produk baru,
maka hasilnya adalah kerugian yang sebesar Rp. 5.000.000, yang merupakan biaya
yang telah dikeluarkan untuk proyek pengembangan usaha mitra koperasi tersebut.
Bila koperasi memutuskan untuk tetap memasarkan produk yang lama, setelah
mengetahui bahwa hasil pengembangannya adalah negatif, apabila tingkat
penjualan tinggi maka akan memperoleh hasil sebesar Rp. 35.000.000, sedangkan bila tingkat
pendapatannya rendah akan mendapatkan kerugian sebesar Rp. 20.000.000, tetapi
bila koperasi tersebut memutuskan untuk menghentikan produksi sementara, maka
kerugian yang akan di dapat sebesar Rp. 0 .
Kalau seandainya pada semula usaha
mitra koperasi ini memutuskan untuk tidak melakukan proyek pengembangan, tetapi
melainkan tetap memasarkan produk batik lamanya seperti biasa, maka dapat
diharapkan hasil sebesar Rp. 40.000.000, tetapi bila penjualannya rendah maka
usaha mitra koperasi akan terkena kerugian sebesar Rp. 15.000.000.
Mungkin dapat saya gambarkan untuk
analisanya dalam diagram pohon sebagai berikut :
0 comments:
Post a Comment